LPPM STKIP PGRI Pacitan Kembali Gelar SEMNAS Hasil Penelitian dan Abdimas Tahun 2019

28/12/2019. Progresif News. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STKIP PGRI Pacitan kembali melaksanakan Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) Tahun 2019. Seminar nasional kali ini mengangkat tema “Inovasi Riset dan Abdimas Perguruan Tinggi di Era Disrupsi”. Seminar yang diselenggarakan Sabtu 28 Desember 2019 di Aula STKIP PGRI Pacitan tersebut diikuti dengan penuh antusias ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa, guru, dosen, serta pemerhati pendidikan di Pacitan.

Kepala LPPM STKIP PGRI Pacitan Sugiyono, M.Pd. dalam sambutanya menyampaikaan bahwa “Era Industri 4.0 melahirkan Era Disrupsi. Era dimana teknologi lama yang serba fisik digantikan dengan teknologi digital yang menghasilkan sesuatu yang benar-benar baru dan lebih efisien, juga lebih bermanfaat. Hal itu menuntut kita semua adaftif terhadap perubahan termasuk dalam hal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Seminar Nasional ini menjadi forum ilmiah untuk mewujudkan sinergitas berbagai pihak dalam menyikapi perubahan ini”, tandasnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua STKIP PGRI Pacitan Hj. Sri Iriyanti, M. Pd. dalam sambutannya berharap para mahasiswa harus mampu mengambil makna positif dan merespon tantangan era disrupsi melalui inovasi-inovasi yang kreatif. “Penting sekali bagi mahasiswa sebagai bagian sivitas akademik untuk mampu membangun, mengembangkan kemampuan membaca situasi dan fenomena serta menciptakan berbagai peluang dan kreativitas di era disrupsi”, tegasnya.

Semnas LPPM STKIP tahun ini terasa istimewa. Selain tema yang diangkat merupakan isu strategis khususnya bagi akademisi, narasumber yang menjadi pembicara utama juga menjadi daya tarik. Salah satunya mengundang Bupati Pacitan, Dr. Indartato, M.M., (diwakili Sekda Kabupaten Pacitan, Dr. Ir.Heru Wiwoho Supandi Putra, M.Si). Hal ini spesial, sebab sebagai pemimpin Pacitan banyak disampaikan pandangan strategis pemerintah terhadap peran dan kontribusi riset dan abdimas perguruan tinggi bagi kemajuan pembangunan diberbagai sektor. Pemerintah mengapresiasi segenap sivitas akademik terkait pentingnya peran mereka sebagai mitra pemerintah utamanya melalui berbagai riset dan abdimas, misalnya dalam pengembangan potensi kepariwisataan di Pacitan sesuai dengan tantangan era disrupsi.

Seminar yang dihelat LPPM STKIP PGRI Pacitan tersebut juga menghadirkan 2 narasumber lain, yaitu Dr. Imam Machali, M.Pd, Direktur Islamic Education Research Centre (IERC) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Beliau menyampaikan materi tentang inovasi riset dan abdimas di era disrupsi. Disampaikan pesan dalam paparan materinya bahwa “dalam persaingan yang semakin kompetitif, kita harus berani melangkah dari zona nyaman (comfort zone) dan bergerak menyeimbangkan diri dengan tantangan ke arah learning zone guna menghindari panic zone yang di hasilkan era disrupsi”. Narasumber ketiga Prof. Dr. KH. Syamsul Ma’arif, M.Ag., dari UIN Walisongo, Semarang. Beliau menyampaikan materi tentang teori dan praktik dalam merancang penelitian-penelitian inovatif.
Setelah sesi seminar yang diisi dari narasumber utama kemudian dilanjutkan dengan sesi kedua paparan pemakalah pendamping selepas rehat. Puluhan judul makalah hasil Penelitian dan Abdimas tahun 2019 dari dosen internal dan eksternal dipaparkan secara pararel di tiga ruang forum yang berbeda. (RDW).

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *