Gelar Studium Generale and Visiting Professor, STKIP PGRI Pacitan Hadirkan Ketua Umum PB PGRI dan Akademisi King Fahd University Arab Saudi

Gelar Studium Generale and Visiting Professor, STKIP PGRI Pacitan Hadirkan Ketua Umum PB PGRI dan Akademisi King Fahd University Arab Saudi

Studium generale menyambut tahun akademik baru dirangkaikan dengan visiting professor digelar bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila pada Jum’at, 1 Oktober 2021. Kegiatan ini menghadirkan secara virtual Ketua Umum PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. dan Prof. Sumanto Al Qurtubi, PhD. (Akademisi King Fadz University Arab Saudi). Dengan menggunakan platform zoom meeting dan ditayangkan secara live di youtube diikuti oleh segenap sivitas akademika STKIP PGRI Pacitan.

Kegiatan dibuka langsung oleh Ketua STKIP PGRI Pacitan Dr. Mukodi, M.S.I., dalam sabutannya beliau menyampaikan kehadiran ketua umum PGRI sebagai spirit bagi segenap sivitas akademika STKIP PGRI Pacitan dalam menyambut Era Merdeka Belajar Kampus Merdeka ditengah dinamika yang ada serta dalam menghadapi era post truth. Tentu banyak peluang dan tantangan yang harus dihadapi pada era post truth yang perlu dipahami dengan baik yang akan disampaikan oleh Ketua Umum PGRI. Beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Prof. Sumanto Al Qurtubi, PhD., berkenan hadir secara virtual dari Arab Saudi, yang merupakan sosiolog, antropolog, dan budayawan yang berkaliber internasional. Tidak lupa beliau juga menyampaikan permohonan maklum kepada segenap hadirin jika selama kegiatan berlangsung terdapat hal yang kurang berkenan.

Kegiatan inti sesi pertama studium generale dimoderatori oleh Dr. Sri Pamungkas, M.Hum. dengan narasumber Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. Adapun tema yang disampaikan adalah “Peluang dan tantangan pendidikan Indonesia di Era Post Truth dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Perempuan yang juga sebagai Dosen di Universitas Negeri Jakarta tersebut, memaparkan secara gamblang terkait tantangan dan peluang era post truth dalam kaitanya dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Beliau menegaskan bahwa saat ini kita menjadi warga masyarakat global (global village), dimanapun kita berada kita terkoneksi secara langsung dengan masyarakat di berbagai belahan dunia baik amerika, eropa, dll. Kecepatan informasi di segala bidang saat ini sering mendahului pranata sosial, hukum, moral dapat berdampak positif dan negatif. Sering kali kita sulit membedakan mana kebenaran dan mana yang tidak benar. Sebagai kaum intelektual kita harus memegang teguh moral karena dasar kebenaran sesungguhnya adalah moral mind. Selain itu kebenaran akademik/kebenaran ilmiah harus dijunjung tinggi untuk menegakkan kebenaran yang hakiki. Tantangan dunia pendidikan saat ini bagaimana pendidikan karakter menjadi benteng post truth untuk mempertahankan agar tetap pada riil truth. Sedangkan tantangan pada pendidikan tinggi bagaimana membuktikan karya yang diciptakan adalah karya yang original bukan membajak karya orang lain. Dan harus dapat memastikan eksplorasi ilmu pengetahuan sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah.

Beliau memberikan tips dalam menghadapi era post truth yakni “kontrol diri, orang tua, lembaga, dan kontrol melalui kebijakan diperlukan dalam menghadapi kompleksitas problematika agar tetap selamat. Pembelajaran harus relate dengan kondisi zaman dan kebutuhan pasar, mengajar sesuai dengan tantangan kedepan. Membuat skenario planing kebijakan pendidikan kedepan yang sesui dengan kebutuhan, keadilan, dan kesejahteraan masyarakat. Prinsip bertanya, membuktikan, data, penalaran, penelusuran, kebenaran agama yang diyakini, serta etos kerja menjadi kunci. Memanfaatkan keberkahan melimpahnya informasi, dan tetap menjaga daya nalar, kritis, serta pembuktian kebenaran agar selamat dan sukses mengarungi gelombang perubahan dan dapat merengkuh dunia”, tandasnya

Sesi kedua visiting professor dipandu oleh Dr. M. Fashihullisan, M.Pd. dengan narasumber langsung dari Arab Saudi Prof. Sumanto Al Qurtubi, PhD., dengan tema “Efektivitas kekuatan budaya dalam menangkal radikalisme di era post truth (Studi Komparasi di Indonesia dan Jazirah Arab). Beliau mengawali pemaparan dengan menjelaskan era post truth dari masa perang dunia hingga kini. Adapun pendekatan dalam menanggulangi radikalisme dan intoleransi di antaranya; pendekatan keamanan (hard approach), pendekatan hukum (legal approach), pendekatan politik melalui otoritas kekuasaan, pendekatan agama, pendekatan ekonomi, pendekatan budaya. Pendekatan budaya dijabarkan lagi melalui pendidikan/edukasi, local custom (kearifan lokal, adat, budaya), internet melalui sosial media, berbagai tulisan baik akademik/non akademik (edukasi publik, tulisan singkat, meme positif, dll), pendekatan olah raga (sport approach), serta melalui pendekatan organisasi kemahasiswaaan di kampus. Efektifitas pendekatan tergantung pada asesmen sebelum pendekatan digunakan agar tepat sasaran. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menangkal radikalisme diantaranay; tingkat ekstrimisme radikalisme, klasifikasi militansi aktor radikalisme, tingkat literasi masyarakat, serta budaya masyarakat.

Di akhir sesi pria yang berpengalaman mengajar di Eropa dan Amerika itu, menyampaikan harapan besar kepada intitusi pendidikan tinggi seperti STKIP PGRI Pacitan menjadi instrumen penangkal gerakan-gerakan intoleran dan anti kebhinekaan yang menyebar seperti virus di mana-mana. Agar dapat mengajarkan hal-hal yang pro kebhinekaan, pro terhadap pluralitas agama, etnis, dan lain-lain. Kepada para mahasiswa beliau juga berpesan “kalian harus selalu berhati-hati dalam mengikuti berbagai sosial media, jangan mudah terprofokasi terbawa hoax, sortir informasi, ikuti mereka yang pro toleransi agar kelak tidak menyesal. Harus selalu waspada cermat tidak mudah terbawa arus agar kelak benar-benar menjadi guru yang toleran, digugu, dan ditiru”, pungkasnya.

Wisuda ke XXII  STKIP PGRI Pacitan Digelar Dengan Konsep Lantatur

Wisuda ke XXII STKIP PGRI Pacitan Digelar Dengan Konsep Lantatur

Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia Pacitan (STKIP PGRI Pacitan) sukses menggelar Wisuda ke XXII secara Daring dan Luring menggunakan konsep Drive Thru/Layanan Tanpa Turun (Lantatur) pada Kamis, 16 September 2021. Wisuda tahun ini mengambil tema Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang Transformatif dan Berkarakter di Era Kebiasaan Baru.

Kegiatan Daring menggunakan live streaming youtube sedangkan kegiatan Luringnya dengan konsep drive thru berlangsung di halaman STKIP PGRI Pacitan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sejumlah 183 mahasiswa dari tujuh program studi yang diwisuda tahun ini dengan rincian sebagai berikut; Pendidikan Sejarah (PS) 8 mahasiswa, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) 15 mahasiswa, Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) 18 mahasiswa, Pendidikan Matematika (PM) 17 mahasiswa, Pendidikan Informatika (PI) 29 mahasiswa, Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) 19 mahasiswa, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) 77 mahasiswa.

Pencapaian membanggakan ditorehkan oleh 157 wisudawan atau sebanyak 85,7 % mendapatkan predikat Cumlaude tentu ini merupakan buah kerja keras mereka selama mengikuti proses perkuliahan. Adapun peraih IPK tertinggi pada masing-masing Program Studi sebagai berikut; Banu Rahmad Diara (PS) dengan IPK 3,87, Ulfa Maulia Rahmawati (PBSI) IPK 3,95, Budi Tri Asmoro (PM) IPK 3,91, Winda Afianti (PBI) IPK 3,96, Ponco Tri Wahyono (PJKR) IPK 3,88, Ratih Fadhilah Qisti (PI) 3,97, dan Ahmad Bahrudin (PGSD) dengan IPK 3,94.

“Kami berpesan kepada wisudawan dan wisudawati agar saudara tidak berpuas diri dengan gelar Sarjana Pendidikan yang di raih, raih mimpi lebih tinggi S2/Magisterster, bahkan bisa S3/Doktoral didalam maupun luar negeri saat ini terbuka lebar kesempatan untuk itu. Ada pepatah mengatakan dimana ada kemauan disana ada jalan, man jadda wa jadda (siapa yang bersungguh-sungguh niscaya allah akan membukakan pintu kesuksesan) tingkatkan kualifikasi dan kualitas personal kalian menuju tangga kemandirian, tangga keberhasilan, tangga kesuksesan, dan kebermaknaan hidup. ” Tutur Dr. Mukodi, M.S.I. dalam sambutannya.

Dr. Mukodi juga menegaskan agar nantinya setelah lulus para wisudawan bisa hidup dengan mandiri dan lebih baik lagi. “Jadilah pelita ditengah kegelapan, akhlakul karimah dan budi pekerti yang luhur atau karakter building, jadikan sebagai panglima, jadikan sebagai api perubahan untuk diri kalian kalian, sinergi dan kolaborasi dengan semua orang harus ditingkatkan niscaya kalian akan diterima disemua kalangan. Kami berdoa semoga kalian sukses dalam menjalani kehidupan, sukses dalam bekerja dan sukses dalam berdikari sesuai dengan passion dan keinginan baik kalian semua.”, tuturnya.

Sementara itu ketua PGRI Jawa Timur, Drs. Teguh Sumarno, M.M. melalui sambutan virtual juga memberikan wejangan kepada para wisudawan, untuk menggapai suskses dalam berkarier setidaknya para wisudawan harus menguasai kompetensi guru sesuai tuntutan undang-undang, ketekunan dalam menjiwai profesi, penguasaan teknologi yang dijiwai dengan karakter dasar agama dan pancasila, serta mampu berkolaborasi dengan kemampuan komunikasi yang matang. Ketua PGR juga berharap kedepad STKIP PGRI Pacitan dapat mengembangkan pelayan akademik pada program studi umum yang selaras dengan perkembangan zaman dengan mengubah bentuk menjadi Universitas. Beliau juga mengajak jajaran Pemerintah Daerah melalui Bupati Pacitan untuk bergandengan tangan memberikan dukungan kepada STKIP dalam rangkan memberikan pelayanan pendidikan tinggi bagi masyarakat di Kabupaten Pacitan dan sekitarnya.

Pada kesempatan tersubut Bupati Pacitan Indrata Nur Bayu Aji, juga menyampaikan ucapan selamat secara virtual kepada seluruh wisudawan atas keberhasilannya menempuh studi pendidikan tinggi dan diharapkan partisipasinya dalam membangun Kabupaten Pacitan. Beliau jua memberikan apresiasi kepada sivitas akademika STKIP PGRI Pacitan yang telah andil membangun SDM melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi dalam rangka meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia di Kabupatenb Pacitan.

Ketua STKIP PGRI Pacitan Kukuhkan 378 peserta PKKMB Tahun Akademik 2021/2022

Ketua STKIP PGRI Pacitan Kukuhkan 378 peserta PKKMB Tahun Akademik 2021/2022

Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia Pacitan (STKIP PGRI Pacitan) mengadakan rankaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Kegiatan ini diadakan secara daring melalui platform zoom meeting yang diikuti 378 mahasiswa baru dari berbagai wilayah di tanah air. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 8-11 September 2021. Pembukaan PKKMB dipimpin langsung oleh Dr. Mukodi, M.S.I. selaku Ketua STKIP PGRI Pacitan dan didampingi oleh jajaran Wakil Ketua.

Tema kegiatan PKKMB tahun 2021 ini adalah Membentuk Mahasiswa Pendidik yang Berkarakter, Berilmu dan Siap di Era Revolusi Industri 4.0. Cerminan generasi yang siap di era yang menuntut adaptasi, kreatifitas dan inovasi namun tetap mengedepankan karakter seorang pendidik. “PKKMB merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh mahasiswa baru agar cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus dan pendidikan di perguruan tinggi. Ruang dan waktu yang terbatas tentu belum dapat memberikan pemahaman menyeluruh, untuk itu mahasiswa baru diharapkan aktif dalam setiap kegiatan akademik maupun nonakademik yang dilaksanakan usai PKKMB” Tutur Eny Setyowati, M. Pd. selaku ketua pelaksana PKKMB tahun 2021. Eny juga menegaskan bahwasanya kegiatan ini harus tetap dilaksanakan meskipun masih dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan mengambil opsi untuk mengadakan kegiatan secara daring.

Mahasiswa baru tampak antusias dan penuh semangat selama mengikuti PKKMB yang dilaksanakan secara daring ini. Hal ini dapat dilihat dari respon kepuasan mahasiswa baru yang dilaporkan Tim Monev PKKMB tahun ini mendapat respon baik dan sangat baik pada beberapa aspek diantaranya pelayanan PKKMB secara umum panitia (99,7%), Pelayanan administrasi selama PKKMB (99,8 %), Efektifitas pelaksanaan PKKMB secara daring (72,9 %), dan pemahaman seluk beluk Perguruan Tinggi mendapatkan angka (96,15 %) . Adapun tingkat kelulusan mencapai 98,15% yakni sebanyak 371 peserta dinyatakan lulus, dengan 6 peserta lulus bersyarat, dan hanya satu peserta tidak lulus.

Tentu ini merupakan hasil yang baik dan perlu dipertahankan serta ditingkatkan lagi. Ketua STKIP PGRI Pacitan dalam sambutan penutupan PKKMB yang sekaligus mengukuhkan mahasiswa baru Tahun Akademik 2021/2022, menghimbau segenap tenaga pendidik dan kependidikan menciptakan suasana belajar yang enjoyfull learning , penuh keramahan, penuh kebehagiaan, kesenangan, menuju ma’anajah wanafi’ah. Dr. Mukodi, M.S.I. juga menandaskan bahwa pembelajaran dalam situasi pandemi ini akan dilakukan dengan hybrid/blended learning, perpaduan antara tatap muka dan tatap maya. Hal ini dilakukan untuk kebaikan semua pihak dan ikhtiar memotong mata rantai penularan virus Covid 19.

Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan kembali Torehkan Prestasi Membanggakan

Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan kembali Torehkan Prestasi Membanggakan

Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia Pacitan (STKIP PGRI Pacitan) memberikan penghargaan kepada mahasiswa pemenang lomba Semarak Yudisium dan mahasiswa yang lolos Program Kredensial Mikro Mahasiswa (KMMI) tahun 2021 pada senin (30/08).

Kegiatan ini dilaksanakan di Aula STKIP PGRI Pacitan. Dihadiri oleh Jajaran Pimpinan dan Ketua Program Studi Informatika serta Pendidikan Guru Sekolah Dasar. “Selamat pada pemenang lomba semarak yudisium tahun 2021. Saya berharap kepada kalian untuk terus menyebarkan hal-hal yang sifatnya baik di media sosial. Dengan adanya momentum yudisium ini saya berharap kalian mampu berbagi peran kepada masyarakat untuk memberikan informasi tentang kampus dan motivasi kepada adik-adik kalian yang ingin masuk di STKIP PGRI Pacitan. ” Tutur Dr. Mukodi. M.S.I. dalam sambutan pembukaan. Daftar pemenang dalam lomba ini adalah Windy Saputri sebagai Juara 1, Hari Setiawan Juara 2, dan Cindy Afriska Juara 3. Adapun Juara Harapan 1 diraih oleh Laras Sukma dan Ratih Fadhilah sebagai Juara Harapan 2.

Selain itu Dr. Mukodi juga menyampaikan selamat kepada mahasiswa yang lolos Program Kredensial Mikro Mahasiswa (KMMI) tahun 2021. Setelah kemarin ada 2 mahasiswa yang lolos program ini, sekarang bertambah lagi 5 mahasiswa yang lolos program tersebut. Diantaranya 3 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Informatika yakni Syafiul Anan, Limas Adi Sutanto, dan Mevi Nurcahyati. Kemudian dua lagi yaitu Ardina Fitria Ningtiyas Prodi PGSD dan Jannatul Firdaus Prodi Pendidikan Bahasa Inggris.

“Perlu diketahui bahwa tahun ini STKIP PGRI Pacitan Masuk nomor 518 Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) tahun 2021 dari seluruh Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia. Terus ceritakan hal baik tentang kampus kepada masayarakat luas. Agar kampus kita semakin dikenal ditengah masyarakat.” Pungkas Dr. Mukodi.

Reporter: Sofyan Hadi